UJI LATIH JANTUNG MODALITAS PENTING PENYAKIT JANTUNG KORONER

Parahitanews.com – Penyakit kardiovaskular bukanlah penyakit baru dalam dunia kedokteran, termasuk penyakit jantung. Dalam sejarahnya, penyakit jantung koroner juga menyumbang angka kematian yang cukup signifikan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 16%, dan dalam sepuluh tahun terakhir angka tersebut meningkat menjadi 26,4% di tahun 2001. Faktanya, penyakit jantung koroner (PJK) memiliki presentase kesembuhan yang cukup tinggi. Salah satu caranya adalah dengan uji latih jantung.

Menurut dr. Irsad Andi Arso, Sp.PD, Sp.JP(K), Uji latih jantung adalah Tes Stres Fisiologis, yang dapat mengidentifikasi adanya kondisi yang menyebabkan aliran darah ke jantung berkurang (iskemia miokardium) untuk diagnosis penyakit jantung koroner (PJK) yang akan tercetus pada uji latih.

Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, dalam mendiagnosis penyakit jantung terutama PJK, uji latih jantung masih menjadi pemeriksaan yang penting, tentunya dengan biaya relatif terjangkau, cepat dan bersifat non invasive. Uji latih jantung memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mendiagnosis PJK.

Uji latih jantung (ULJ) yang lazim dilakukan adalah treadmill stress test atau ergocycle. Indikasi dari ULJ, antara lain :

  • Deteksi PJK pada seseorang dengan gejala atau tanda-tanda kearah PJK
    • Evaluasi tingkat beratnya PJK
    • Prediksi prognosis/perkembangan atau stratifikasi risiko
    • Mengukur kapasitas fisik dan kemampuan melakukan aktivitas tertentu
    • Mengevaluasi keluhan-keluhan yang berhubungan dengan aktivitas atau latihan fisik
    • Evaluasi efek terapi atau intervensi
    • Menilai kompetensi kronotropik, kemungkinan kemunculan aritmia atau evaluasi respon terapi atau tindakan aritmia

Penggunaan lain yang dianggap tambahan adalah membuat program latihan, menilai respon terhadap program latihan fisik atau respon terhadap pengobatan, menentukan klasifikasi fungsional disabilitas, dan untuk evaluasi risiko perioperatif untuk tindakan bedah non kardiak.

Jadi, selain berfungsi sebagai modalitas diagnostik pada PJK, tes ini juga efektif untuk prognostik, stratifikasi, evaluasi pengobatan atau tindakan, mengukur kapasitas fungsional dan membuat program latihan.

Baca juga : KENALI PENYAKIT JANTUNG KORONER

Penyakit jantung koroner tentu bisa dicegah dengan tindakan preventif. Segera lakukan pemeriksaan berkala dan konsultasi dokter untuk dukung kesehatan Anda. Dapatkan informasi lebih lanjut, hubungi Parahita cabang terdekat.

Getting Better All The Time with Parahita.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *