KITA BISA CEGAH STROKE

Parahitanews.com – Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian nomor satu di Indonesia. Kabar baiknya, stroke dapat dicegah. Ayo kenali faktor resiko terjadinya stroke, agar kita dapat terhindar dari serangan stroke.

Ada dua jenis faktor resiko terjadinya stroke, faktor yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan.  Faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan antara lain : usia, jenis kelamin, ras tertentu serta riwayat keluarga. Makin bertambah usia seseorang, maka resikonya menderita stroke akan lebih besar. Stroke lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. ’’Bila kedua orang tua menderita stroke, maka anak beresiko dua kali lipat untuk menderita stroke,’’ kata dr Suwito Pantoro, Spesialis Saraf.

Selain berbagai faktor di atas, ada faktor risiko yang bisa kita kendalikan, antara lain : penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes (kencing manis), kolestrol tinggi, obesitas, kurang olahraga serta kebiasaan merokok. ’’Makin banyak faktor resiko yang dimiliki seseorang, maka potensinya terkena stroke akan lebih besar.”, jelas dr.Suwito.

Penderita hipertensi dan diabetes mempunyai resiko lebih tinggi terkena stroke, terutama mereka yang tekanan darah atau kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darahnya. Demikian juga orang yang memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi, akan menyebabkan terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di otak.

’’Menjadi perokok aktif dan stres tinggi berkelanjutan juga mempertinggi kemungkinan terkena penyakit stroke,’’ papar beliau. Hal ini disebabkan oleh karena kandungan zat racun di dalam rokok, serta hormon yang dihasilkan saat stress, bisa merusak pembuluh darah.

’’Hal ini yang harus disadari masyarakat saat ini. Agar mereka lebih peduli menjaga kesehatan dan menjauhi faktor risiko tersebut,’’ lanjutnya. Selain itu, dengan menjaga pola makan serta lebih sering berolahraga, akan menurunkan potensi kita terkena stroke. ”Jika mengalami obesitas, wajib diturunkan berat badannya,” imbuhnya.

Jika sudah terkena stroke, dr.Suwito berpesan agar menerapkan pola hidup sehat, sebab ada kemungkinan terjadi serangan stroke lagi.  Pasien diupayakan jangan stres atau depresi, sebab ada penurunan memori dan kekakuan yang mungkin akan sulit lagi untuk normal kembali.  ”Khusus kekakuan bisa menjalani fisioterapi. Dan juga injeksi botox  yang diulang enam bulan sekali,” tutup beliau.

Baca Juga : APAKAH KANKER BISA DICEGAH ?

Mari lakukan pemeriksaan PANEL STROKE di laboratorium Parahita, untuk mengetahui faktor resiko yang mungkin Anda miliki. Semakin cepat diketahui, bisa segera diobati dan kita terhindar dari resiko stroke. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi cabang Parahita terdekat. Keep Healthy and Happy. (An/Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *