OLAHRAGA YANG BISA DILAKUKAN PENDERITA OSTEOARTHRITIS (OA)

Parahitanews.com – Menderita osteoarthritis (OA) memang bikin sengsara. Penderita biasanya susah menggerakkan sendi. Pergerakan juga terbatas karena menipisnya tulang rawan pada daerah persendian.

Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah. Dokter Handryono Soesilo, Akp., IACM, Dipl. CIBTAC menyarankan konsumsi bahan makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D3.  ”Kita membutuhkan vitamin D3 untuk mengikat kalsium,” terangnya. ”Dengan begitu, ketika menopause, tubuh tidak mengambil kalsium dari tulang. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya OA dan osteoporosis,” lanjutnya.

Konsumsi kalsium dan vitamin D3 harus dilakukan sebelum seorang wanita memasuki masa menopause.  ”Paling baik, sebelum usia 40 tahun, seseorang sudah mengkonsumsi kalsium dan vitamin D3 sesuai kebutuhan tubuh. Ini sama halnya menabung untuk kekuatan tulang di kemudian hari,” imbuhnya.

Selain itu, disarankan untuk rutin berolahraga. Handryono mengatakan tak perlu olahraga yang menghentak. Cukup jalan pagi atau berenang. Atau bersepeda statis. ”Jangan senam kesegaran jasmani atau aerobik. Penderita OA dilarang melakukan gerakan mengentak atau yang membuat otot cepat lelah. Naik tangga atau berlari cepat juga tak boleh,” terangnya.

Lebih bagus jika bisa berjalan di kolam renang. Sebab, di dalam kolam renang, gravitasi lebih ringan daripada di darat. Dengan begitu tak membebani tubuh.  ”Juga hindari memakai sepatu bertumit tinggi jika bepergian,” ucapnya.

Jika sudah menderita OA, menurut Handryono ada beberapa terapi yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah akupuntur. Namun sebelumnya, pasien sebaiknya melakukan pemeriksaan medical check up yaitu pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, rekam jantung, pengukuran tekanan darah. Juga perlu dilakukan pemeriksaan rontgen, bone densitometer, maupun MRI (magnetic resonance imaging).  ”Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan tersebut,, dokter baru bisa menentukan terapinya,” lanjutnya.

Baca juga : PEREMPUAN RENTAN TERKENA NYERI SENDI

Pilihan terapi akupuntur, menurut dosen D3 Akupuntur Unair ini, tergantung keluhan pasien. Bila pasien mengeluh kakinya bengkak, berarti ada pembuluh darah yang terjepit di sekitar persendian yang mengalami OA.  ”Lain halnya bila pasien mengeluh terasa sakit. Itu artinya ada saraf yang terjepit,” terangnya.

Nah, fungsi terapi akupuntur adalah menghilangkan jepitan tersebut. Harus berapa kali terapi ? Handryono menjelaskan bahwa frekuensi dilakukan akupuntur bergantung pada kondisi pasien. Bila termasuk grade satu, cukup 5-6 kali akupuntur saja.  ”Itu tak sampai satu paket terapi” ucapnya. ”Semakin tinggi grade-nya, otomatis butuh waktu lebih lama untuk penyembuhannya,” lanjut dokter 54 tahun itu.

Selain tusuk jarum, kata Handryono, juga dapat dikombinasi dengan terapi herbal. Jika bengkak atau rasa nyerinya sudah hilang, akan ditambah dengan pemberian cairan sendi, yang fungsinya melumasi tulang rawan yang mengalami kerusakan.  ”Namun, jangan harap bisa sembuh dengan cepat. Satu kali terapi lantas sembuh. Itu tidak bisa,” tegasnya.

Adakah pantangan yang tidak boleh dilakukan atau dikonsumsi ? ’’Tidak ada pantangan makan, atau minum tertentu. Pasien tetap bebas beraktivitas seperti biasa,’’ ucapnya. Namun, sebaiknya pasien menjalani pola hidup sehat. Yakni, menjaga pola makan sehat serta teratur berolahraga. ’’Dengan begitu, pasien tidak mudah jatuh sakit dan bisa menjalani hidup ini dengan tubuh sehat,’’ tambahnya. (An/Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *