BAHAYA KOLESTEROL TINGGI

Parahitanews.com – Dewasa ini, kolesterol tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai di masyarakat. Hal ini terjadi karena gaya hidup kekinian yang identik dengan makanan siap saji yang tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Banyak di antara kita yang harap-harap cemas masalah kolesterol tinggi pada dirinya

Menurut Prof. dr. H. Boediwarsono, Sp.PD-KHOM, PGD. PalMed(ECU), FINASIM, selaku Laboratory Consultant Parahita Diagnostic Center, kolesterol sebenarnya adalah salah satu jenis lemak darah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan hormon, cairan empedu, serta penyerapan vitamin. Banyak orang mengira kalau kolesterol selalu tidak baik dalam tubuhnya, padahal belum tentu. Hanya ketika nilainya lebih dari yang dibutuhkan, akan menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti serangan jantung dan stroke yang terjadi akibat penyumbatan dinding pembuluh darah oleh penumpukan kolesterol.

Kolesterol sebagian besar diproduksi oleh organ hati dan bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Kolesterol dibawa oleh protein di dalam darah. Gabungan keduanya disebut Lipoprotein. Dua jenis utama lipoprotein adalah HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai “kolesterol baik” dan LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai “kolesterol jahat”.

LDL bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan. Namun jika jumlahnya melebihi kebutuhan, dapat mengendap pada dinding pembuluh darah (sehingga disebut sebagai “kolesterol jahat”). Sebaliknya, HDL merupakan “kolesterol baik” yang bertugas mengangkut kolesterol darah kembali ke hati untuk dimetabolisme.

Perlu diketahui, bahwa nilai kolesterol yang tinggi, tidak menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan Profil Lemak rutin minimal setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui nilai kolesterol dalam darah— yang terdiri dari: Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, dan Trigliserida. Pemeriksaan Profil Lemak dapat dilakukan pada usia 20 tahun ke atas, terutama bagi yang memiliki faktor risiko hipertensi, diabetes, merokok, obesitas, kurang berolahraga, dan stres berat.

Adapun nilai normal kolesterol total yang aman bagi tubuh adalah  < 200 mg/dL; dengan nilai HDL > 50 mg/dL dan LDL < 100 mg/dL. Semakin tinggi nilai HDL maka risiko terkena serangan jantung/ stroke semakin kecil dan semakin rendah nilai  LDL maka risiko terkena serangan jantung/ stroke semakin besar.

Diet rendah lemak, olahraga, dan konsumsi obat penurun kolesterol adalah pilihan yang bisa dilakukan untuk menurunkan atau menstabilkan nilai kolesterol darah. Tidak kalah pentingnya adalah hindari merokok.

Ingat, kolesterol tinggi tidak menimbulkan tanda dan gejala. Segera lakukan pemeriksaan Profil Lemak Darah Anda di cabang Parahita terdekat. (Am)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *