PARAHITA PEDULI KANKER, UPDATE ON CANCER MANAGEMENT

Parahitanews.com  Surabaya – Sabtu (03/12), Parahita Diagnostic Center bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan PDS Patklin Surabaya menggelar seminar kesehatan yang bertema Update On Cancer Management di Hotel Garden Palace Surabaya.

Seminar ini diisi oleh dr. Sulianty, MKed (ClinPath) Sp.PK  (R&D Parahita);  Prof. Dr. dr. Aryati, MS, Sp. PK(K) (Penanggungjawab Laboratorium Parahita); Prof. dr. H. Boediwarsono, Sp.PD-KHOM, PGD. PalMed (ECU), FINASIM (Konsultan Klinik Parahita); dan Prof. dr. Heru Santoso, Sp.OG (K).Onk (Pembicara Tamu) dengan moderator Dr. PuspaWardani, dr., Sp.PK. (PDS Patklin Surabaya).

Pada dasarnya banyak masyarakat belum memahami gejala, penyebab, dan bahaya penyakit kanker. Oleh karena itu kegiatan ini diadakan untuk mengedukasi dan wadah bertukar pikiran para dokter mengenai penyakit kanker.

Dr. Suli menyayangkan atas kurangnya penjelasan mengenai bahaya kanker di masyarakat. Padahal penderita kanker di Indonesia cukup banyak dan penyakit ini dapat dicegah sejak dini. Melalui presentasinya ia menerangkan tentang upaya deteksi dini kanker yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan penanda tumor di laboratorium.

“Dari data Riskesdas 2013, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian. Untuk itu, seminar ini diadakan sebagai wadah untuk bertukar pikiran khususnya terkait penanganan penyakit kanker.” tutur dr. Sulianty.

SONY DSC

Prof. dr. Heru Santoso, Sp.OG(K).Onk pada kesempatan tersebut menjelaskan mengenai berbagai penyakit kanker yang terjadi pada saluran reproduksi wanita beserta penanganannya. Salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi pada wanita adalah kanker leher rahim.

“Sebenarnya penyakit ini dapat diketahui sejak dini dengan pemeriksakan papsmear. Kabar baiknya, kanker leher rahim dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV.” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. dr. Aryati, MS, Sp. PK(K) memaparkan secara lengkap tentang infeksi kuman Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan kerusakan pada lambung (radang lambung, kanker lambung). Beliau juga menjelaskan tentang pemeriksaan terbaru untuk mendeteksi adanya kuman Helicobacter pylori yaitu pemeriksaan UBT (Urea Breath Test). Pemeriksaan ini sangat mudah dilakukan dan hasilnya sangat akurat.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. dr. H. Boediwarsono, Sp.PD-KHOM, PGD. PalMed (ECU), FINASIM lebih menjelaskan pemeriksaan laboratorium terbaru serta interpretasinya untuk kasus-kasus yang sering dijumpai dalam praktek para dokter.

“Para dokter harus memperlakukan pasien dengan prinsip high touch low tech (melayani pasien sepenuh hati dengan ilmu yang dimiliki dan tidak hanya mengandalkan alat canggih).” tutupnya.

Sebenarnya deteksi dini kanker jauh lebih murah daripada mengobati. Harapan dengan diadakannya seminar yang dihadiri oleh lebih dari 200 dokter yang ada di Jawa Timur ini, dapat memberi manfaat yang signifikan bagi dokter sekaligus masyarakat agar mampu mendeteksi kanker lebih dini. (Am)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *