NYERI PINGGANG, BELUM TENTU SAKIT GINJAL

Pakar Penyakit Dalam, Prof. Djoko Santoso, dr., SpPD, KGH, FINASIM mengingatkan bahwa, pasien dengan keluhan nyeri pinggang belum tentu penyakit ginjal, penyakit ginjal yang disertai nyeri pinggang hanyalah batu ginjal dan tumor ginjal, walaupun tidak semua kasus batu dan tumor ginjal disertai nyeri pinggang.

Banyak Penyakit ginjal yang dijumpai di masyarakat, antara lain Infeksi Ginjal, Ginjal “bocor” (ditandai dengan protein urine positif), Batu Ginjal. Tumor Ginjal dan Gagal ginjal yang disebabkan oleh penyakit di luar ginjal (Paling sering karena Diabetes Mellitus dan Hipertensi).

Penyakit yang sangat ditakuti adalah Gagal Ginjal. Gagal Ginjal dapat terjadi  secara tiba-tiba (akut), yang disebut Gagal Ginjal Akut (Acute Kidney Injury). Dan yang terjadi secara perlahan lahan, disebut Gagal Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease).

Penyebab Gagal Ginjal Kronis,  paling sering adalah kencing manis (Diabetes Mellitus), Hipertensi, Glomerulonefritis kronis (Ginjal “Bocor”) dan Batu Ginjal.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar tidak menjadi Gagal Ginjal Kronis, semua faktor penyebabnya harus diobati secara tuntas.

Bila pasien sudah ditegakkan diagnosis Gagal Ginjal Kronis, ada kemungkinan pasien akan menjalani cuci darah atau transplantasi (cangkok ginjal), ujar Prof Djoko.

Gejala klinis penyakit Gagal Ginjal Kronis antara lain: lemah, mual muntah, sesak nafas (karena penumpukan sisa metabolisme yang tidak bisa dibuang oleh ginjal), kaki bengkak, buang air kecil berkurang, bahkan tidak ada.

Dari pemeriksaan fisik, pasien terlihat pucat (kurang darah = anemia), ada Hipertensi atau Diabetes Mellitus (DM) yang terjadi sebelumnya.

Perlu pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi ginjal. Pada keadaan Gagal Ginjal Kronis dijumpai peningkatan kadar BUN, Kreatinin, Cystatin C yang berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal.

Pengobatan Gagal Ginjal Kronis terdiri dari pengaturan diet rendah protein (mengurangi beban ginjal), pengendalian penyakit dasarnya (Hipertensi atau Diabetes Mellitus), dengan konsumsi secara teratur obat penurun tekanan darah atau gula darah.

Obat penurun tekanan darah yang aman untuk pasien dengan gangguan ginjal adalah golongan penghambat reseptor angiotensin. Bila fungsi ginjal sudah sangat berkurang, terpaksa harus dilakukan cuci darah (Hemodialisis) dan transplantasi (cangkok) ginjal.

Baca juga : LAKUKAN INI SEBELUM PASANG BEHEL

Anda tidak perlu khawatir,  Parahita Diagnostic Center menyediakan pemeriksaan Panel Ginjal Parahita untuk mengetahui fungsi ginjal Anda. Dengan deteksi dini, Anda dapat terhindar dari Gagal Ginjal Kronis. Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi cabang parahita terdekat. Keep Healthy and Happy (Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *