KENALI GEJALA HEPATITIS B

Parahitanews.com – Hepatitis B adalah peradangan pada organ liver (hati) yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Saat ini, jumlah penderita Hepatitis B semakin bertambah.  Diperkirakan sekitar 240 juta orang di dunia, atau sekitar 6% dari total populasi  dunia  terinfeksi virus hepatitis B. Penularan virus Hepatitis B dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik dan dari ibu hamil ke anak yang dilahirkan. Perjalanan penyakit Hepatitis B dibagi menjadi dua fase yakni fase akut dan fase kronis. Fase akut adalah fase awal terjangkitnya virus, sampai jangka waktu 6 bulan. Lebih dari itu dikatakan fase kronis, yang dapat menyebabkan kerusakan hati permanen.

Hepatitis B dapat memberikan gejala yang bervariasi, namun ada juga yang tidak menunjukkan gejala khas. Gejala yang mungkin dialami seseorang yang terinfeksi virus Hepatitis B antara lain : sakit kepala, mual / muntah, badan terasa lemas, nafsu makan menurun, mungkin disertai demam ringan, nyeri tenggorokan atau nyeri otot dan sendi. Bagi sebagian orang, dapat  dijumpai warna kekuningan pada mata dan kulit, urinenya berwarna gelap seperti air teh, kotoran berwarna terang atau keabu-abuan, mual – muntah yang memburuk, dan nyeri perut sebelah kanan atas.

Menurut dr. Syifa Mustika, SpPD-KGEH, FINASIM, diagnosis hepatitis B dapat ditegakkan melalui serangkaian alur pemeriksaan, dimulai dari anamnesis (tanya jawab seputar keluhan dan riwayat penyakit), pemeriksaan fisik, dan didukung dengan pemeriksaan laboratorium.

Dokter perlu menggali riwayat kesehatan pasien dan mencari faktor resiko penularan virus hepatitis B. Masa inkubasi virus hepatitis B berlangsung selama 1-6 bulan. Sebagian besar pasien yang terinfeksi virus Hepatitis B tidak menunjukkan gejala “kuning” pada kulit atau mata, tetapi
pasien ini memiliki kemungkinan lebih besar menjadi hepatitis kronis (Terrault et al.,2018).

Untuk mendukung pemeriksaan awal pada pasien yang dicurigai terinfeksi virus Hepatitis B, diperlukan  pemeriksaan darah, yaitu pemeriksaan HBsAg untuk mengetahui adanya virus Hepatitis B di dalam tubuh orang tersebut. Dokter juga akan meminta pemeriksaan enzim hati (SGOT dan SGPT) untuk mengetahui fungsi hati pasien tersebut.

Baca Juga : TUMOR MATA ANAK : GANAS MESKI TANPA KELUHAN

Penyakit Hepatitis B mudah dideteksi dan dapat dicegah. Konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami gejala di atas.  Untuk informasi lebih lengkap, silahkan hubungi cabang Parahita terdekat. Keep Healthy and Happy. (Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *