MAU SEDOT LEMAK ? PERHATIKAN HAL HAL BERIKUT

Parahitanews.com – Meski termasuk tindakan yang aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah tindakan sedot lemak. Menurut dr. Tjandra Purnawan SpBP-RE, pasien harus melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi organ vitalnya (jantung, paru, liver, dan ginjal) dalam keadaan baik. ” Bila hasil pemeriksaan bagus, maka tindakan sedot lemak bisa dilakukan. Sebaliknya, ketika ada salah satu organ vital bermasalah, misal kadar SGPT/SGOT tinggi, atau irama jantung pasien tidak menentu, maka tidak disarankan menjalani sedot lemak, karena dapat membahayakan pasien,” imbuh beliau.

Dr. Tjandra menuturkan pengalaman beliau dalam menangani pasien obesitas dengan berat badan mencapai 130 kilogram. Pasien tersebut sudah konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam, karena pasien menderita stroke dan tekanan darah tinggi. ” Pasien langsung minta berat badannya turun 30 kilogram”.Menurut dr. Tjandra, permintaan pasien tersebut, hal yang mustahil. ” Saya anjurkan pasien tersebut diet terlebih dahulu untuk menurunkan berat badannya. Jika kondisinya memungkinkan, bisa dilakukan sedot lemak,” papar beliau.

Sebelum memutuskan untuk melakukan sedot lemak, carilah dokter yang berkompeten melakukan sedot lemak. Dokter yang kompeten pasti mengetahui prosedur dan teknik melakukan sedot lemak yang benar, juga anatomi pasien. Misalnya, tidak boleh sedot lemak pada lengan atas bagian dalam sebab di area tersebut, banyak saraf dan organ penting lainnya. “Lagipula lemak di bagian tersebut tipis, jadi tidak butuh disedot lemak,” lanjut beliau.

Dokter yang melakukan sedot lemak, juga harus paham jenis obat bius yang cocok untuk pasiennya, apakah memerlukan bius total atau cukup bius lokal saja. ” Dosis obat bius yang dipakai juga harus tepat, hal ini untuk keamanan pasien,” ucap beliau.

Setelah tindakan sedot lemak, ada hal lain yang tak boleh dilewatkan. Menurut dr. Tjandra, pasien tidak boleh berolahraga berat terlebih dahulu hingga 3 sampai 4 minggu paska sedot lemak. “Setelah masa tersebut, pasien boleh berolahraga ringan. Namun hindari gerakan berlebihan ke bagian tubuh yang dioperasi,” ujar beliau. Misalnya setelah sedot lemak di bagian lengan, jangan olahraga seperti Muay Thai karena akan menyebabkan perdarahan,” ucap beliau. ” Cukup berolahraga treadmill saja,” imbuh beliau.

Dr. Tjandra menuturkan pengalaman salah seorang pasiennya yang melakukan sedot lemak di bagian perut. Satu bulan setelahnya, pasien olahraga badminton. ” Terjadi perdarahan, sebab ada gesekan dan tarikan ke arah perut, ” terang beliau. Namun, bukan berarti pasien bed rest saja di rumah. ” Bed rest malah memperlambat penyembuhan . Setelah sedot lemak, boleh beraktivitas asalkan tidak terlalu berat,” kata beliau.

Baca juga : USIA MUDA JUGA BISA KENA SERANGAN JANTUNG

Setelah tindakan sedot lemak, pasien harus menggunakan korset. Selama satu bulan, korset tidak boleh dilepas kecuali saat mandi. ” Setelah 1 bulan, korset cukup dipakai setengah hari saja, sampai 3 bulan.Setelah itu, korset boleh dilepas ” jelas beliau. (An/Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *