BUANG LEMAK, BONUS LANGSING

Parahitanews.com – Tubuh yang langsing merupakan idaman setiap orang, laik-laki maupun perempuan. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan tubuh langsing. Salah satu cara cepat untuk mendapatkan tubuh langsing yaitu sedot lemak (liposuction). Akan tetapi, jangan berharap berat badan akan berkurang banyak setelah menjalani sedot lemak.

Menurut dr. Tjandra Purnawan seorang dokter ahli bedah plastik dan rekonstruksi, banyak mitos yang salah tentang bedah plastik di masyarakat. Salah satu mitos yaitu bahwa sedot lemak ini menjadi cara cepat untuk menurunkan berat badan. “Mitos ini kurang tepat. Yang benar, tujuan sedot lemak adalah untuk body contouring atau membentuk lekuk tubuh,” terang beliau. Banyak pasien yang bertanya tubuhnya akan turun berapa kilo setelah menjalani sedot lemak. “Saya harus mengedukasi agar pasien paham bahwa penurunan berat badan bukan target dari sedot lemak,” lanjut beliau.

Jika tidak diberitahu sebelumnya, dr. Tjandra khawatir, pasien akan kecewa begitu mengetahui berat badannya hanya berkurang sedikit.Beliau lantas memisalkan, telah menyedot lemak seberat tiga liter di bagian perut. “Itu bukan berarti lemak yang dibuang tiga kilogram. Sebab berat jenisnya beda,” ucap beliau. “Berat badan pasien hanya berkurang dua kilogram setelah penyedotan lemak 3 liter,” imbuh beliau.

Dokter berusia 50 tahun ini mengatakan, ada beberapa bagian tubuh yang kerap menjadi target sedot lemak, yakni, lengan atas, perut, pinggang, leher, dan paha. “Yang terbanyak, sedot lemak di lengan atas, perut, dan paha,” kata beliau.

Kapan boleh melakukan sedot lemak ? Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu menyebut tak ada batasan umur untuk melakukan sedot lemak. “Namun tetap harus sesuai indikasi,” papar beliau. Idealnya,sedot lemak sudah dapat dilakukan setelah masa pertumbuhan. “Sebab pada saat masa pertumbuhan, lemak masih bisa berkembang lagi. Kalau sedot lemak dilakukan pada masa pertumbuhan, dikhawatirkan hasilnya tak optimal,” lanjut beliau.

Namun, dr.Tjandra pernah menyedot lemak pasien berusia 15 tahun. “Saya lakukan karena aspek sosial,” ucap beliau. Sang ibu khawatir anaknya yang mengalami obesitas, sebab pola makannya tidak terkontrol. “Salah satu tujuan sedot lemak adalah memotivasi pasien agar menjaga pola makannya dan menjalani hidup sehat,” imbuh beliau.

Baca juga : MAU SEDOT LEMAK, PERHATIKAN HAL HAL BERIKUT

Satu hal yang harus diingat terkait sedot lemak, yaitu sedot lemak hanya dilakukan satu kali saja. “Filosofinya adalah seberapa lemak yang ditinggalkan agar bentuk tubuh jadi bagus,” kata beliau. Namun, ada kalanya pasien mengalami keluhan paska sedot lemak, antara lain kulit terlihat bergelombang, tidak rata. ” Kondisi tersebut bisa diperbaiki dengan melakukan operasi lagi minimal enam bulan setelah sedot lemak sebelumnya,” terang beliau.

Dokter yang menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menjelaskan bahwa sedot lemak adalah tindakan medis yang aman.. “Pasti aman, dengan catatan mengikuti prosedur yang benar,” lanjut beliau. (An/Ds)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *