USIA MUDA JUGA BISA KENA SERANGAN JANTUNG

Parahitanews.com – Bagi penggemar film Bollywood, pasti kehilangan sosok artis kenamaan Sridevi yang meninggal dunia karena mengalami serangan jantung pada Februari lalu. Penyanyi Mike Mohede pun mengalami hal yang sama. Sebenarnya seperti apa serangan jantung itu ? Dan apa saja penyebabnya ?

Menurut dr Agus Subagjo SpJP (FIHA) serangan jantung adalah adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri yang mengirimkan darah ke jantung. Dampaknya, organ jantung tidak mendapat suplai oksigen. Lama-kelamaan, jantung akan rusak dan pasien akan meninggal. ”Serangan jantung memang banyak diderita kalangan lanjut usia. Namun, ada juga dewasa muda yang mengalami serangan jantung,” katanya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Parahita Diagnostic Center menyebut dia pernah menangani pasien berusia 24 tahun yang tiba-tiba pingsan ketika mengikuti lomba panjat pinang. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pasien tersebut mengalami serangan jantung lantaran terdapat penyempitan pada pembuluh darahnya. ” Terdapat inti lemak yang menggumpal (trombus) dan langsung menyumbat pembuluh darah,” lanjut beliau.

Pasien tersebut beruntung. Sebab, langsung dibawa ke rumah sakit yang memang memadai untuk menangani kasus tersebut. Dokter Agus mengatakan, terdapat periode emas dalam penanganan serangan jantung. ”Dalam waktu 12 jam setelah serangan, pasien harus mendapatkan penanganan medis,” ucapnya. Jika tidak, ada kemungkinan pasien tersebut tidak dapat terselamatkan.

Karena itu, kita perlu mengenali gejala serangan jantung, antara lain :

-Nyeri dada seperti tertindih benda berat, yang menjalar ke punggung, lengan kiri, leher, rahang, hingga geraham. Ini yang membuat pasien merasa sesak sapas.

-Merasa lemas, muncul keringat dingin secara mendadak.

-Muntah dan mual.

Sayangnya, karena kurangnya pengetahuan, gejala tersebut sering disalahartikan masyarakat sebagai masuk angin atau angin duduk. Upaya yang biasanya dilakukan bukan segera berobat ke rumah sakit, melainkan memijat, atau mengeroki punggung mereka yang mengalami serangan jantung, menyebabkan pasien serangan jantung terlambat dibawa ke RS sehingga nyawanya tidak terselamatkan. ”Karena itu, jangan remehkan ”sinyal” tubuh yang muncul. Segera berobat ke RS terdekat,” kata dokter Agus. ”Makin dini ditangani lebih baik,” lanjut beliau.

Baca juga : SAYANGI JANTUNG ANDA SEJAK DINI

Terkait penyebab serangan jantung, dokter yang hobi jalan kaki itu menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner). Sumbatan ini disebabkan oleh timbunan kolesterol berupa plak yang menempel di dinding pembuluh darah. ” Gaya hidup tak sehat, seperti banyak mengonsumsi makanan berlemak, merokok, minum alkohol, diabetes melitus, kegemukan, kurang berolahraga, dan stres, bisa menyebabkan terbentuknya timbunan plak,” papar dokter Agus. Faktor usia, jenis kelamin, dan keturunan jadi faktor risiko yang tak bisa dimodifikasi. Peluang terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada laki- laki lebih tinggi dibanding perempuan, tetapi risiko pada perempuan jadi tinggi saat telah menopause. (An/Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *