YUK PERIKSA KESUBURAN DAHULU SEBELUM MENIKAH

Parahitanews.com – Mempunyai momongan merupakan pelengkap dalam kebahagiaan rumah tangga. Tak urung, ketika pasangan belum juga dikaruniai anak, mereka pun menjadi resah. Salah satu upaya yang kemudian dilakukan adalah berkunjung ke dokter atau ke klinik kesuburan. Untuk pria, biasanya mereka diminta untuk melakukan pemeriksaan analisa sperma, yaitu pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi produksi sperma. Tes ini terdiri dari pemeriksaan volume sperma, waktu yang dibutuhkan sperma untuk mencair (likuifaksi), jumlah sperma per milimeter (ml), gerakan sperma (motilitas), PH, jumlah sel darah putih, maupun kadar fruktosanya pada sel sperma.

Sayangnya, menurut spesialis kebidanan dan kandungan Prof. Dr. Arif Adimoelja, Sp And, F.SS.(BE), kebanyakan pasangan baru mencari pertolongan bila lama tak juga memiliki anak. Padahal, menurutnya, sangat penting bagi pasangan baik pria maupun wanita untuk memeriksakan kesuburannya sebelum menikah. “Kalau sudah menikah dan kemudian tidak juga diberi momongan karena salah satu pasangannya bermasalah (tidak subur). ini akan menjadi masalah,” ujar beliau.

Karena itu, Prof Arif mengimbau, agar pasangan yang akan memasuki jenjang pernikahan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Semakin muda usia pria, gangguan kesuburan yang dialaminya lebih mudah ditangani. Sebaliknya, semakin dewasa seorang pria, penanganannya lebih sulit.

Beban untuk periksa kesuburan, kata Prof Arif, bukan semata pada wanita. Mitos bahwa masalah infertilitas ada pada wanita tidaklah benar. “Sekarang ini kalau menyangkut masalah ketidak suburan, WHO menyebut fifty-fifty antara pria dan wanita. Jadi, kalau belum mempunyai anak, jangan wanita saja yang diobyak obyak,” imbuhnya. Namun, menurut dia, masyarakat hendaknya tidak sembarangan datang ke klinik kesuburan. Sebab, tak semua klinik memenuhi standar analisis sperma yang disyaratkan WHO. Organisasi Kesehatan Dunia ini sendiri terus meningkatkan standar pemerikaaan ini. Klinik kesuburan pun sejatinya wajib mengupgrade standar yang ditetapkan tersebut.

Karena itu, sebelum memeriksakan diri masyarakat hendaknya mencari informasi tentang kredibilitas klinik. “Bayangkan saja jika hasil pemeriksaan keliru hanya karena pemeriksaannya tidak memenuhi standar, apa tidak stres nanti yang dikatakan tidak subur,” ungkap dokter yang hobi membaca buku ini. Persatuan Andrologi Indonesia telah mengampanyekan standar pemeriksaan analisis sperma agar sesuai yang disyaratkan  WHO.

Jaga Pola Hidup Sehat

Sejatinya, kata Prof Arif, banyak upaya yang bisa ditempuh untuk menjaga fertilitas atau kesuburan. Upaya yang paling mudah adalah menjaga pola hidup. Jamak diketahui, masyarakat kekinian sekarang gemar mengonsumsi makanan cepat saji, instan atau kemasan. Padahal, makanan jenis ini kurang baik bagi kesehatan. “Konsumsi makanan segar membantu menjaga kesehatan. Termasuk, kesuburan seseorang,”ungkapnya.

Menurutnya, tidak benar ada anggapan atau saran yang menyebut banyak mengonsumsi daging kambing bisa meningkatkan vitalitas pada pria. “Kalau kolesterol iya. Konsumsi yang segar segar saja,” imbuhnya.

Baca juga : MANFAAT TERAPI AKUPUNTUR

Dia mengatakan, orang orang mulai meninggalkan slogan sederhana dalam mengonsumsi makanan. yakni, empat sehat lima sempurna. “Itu cukup membuat tubuh sehat,” kata Prof Arif. Menjaga kebugaran tubuh seperti berolahraga juga penting untuk menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Biasakanlah berolahraga meski disela sela kesibukan bekerja atau beraktivitas. Berolahraga secara rutin dapat meningkatkan kebugaran. Menjaga pola hidup sehat dapat dilakukan dengan tidak merokok serta istirahat cukup.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *