“PERIODE EMAS” STROKE HANYA TIGA JAM

Parahitanews.com – Serangan stroke identik dengan cacat. Selain itu, angka kematian penderita stroke di Indonesia cukup tinggi, Berdasarkan data survei kesehatan Indonesia tahun 2013, sebanyak 12,1 % dari total penduduk Indonesia menderita stroke. Karena itu, pada peringatan Hari Stroke Sedunia tahun ini, dr. Suwito Pantoro, Spesialis saraf, menekankan pentingnya tindakan pencegahan terjadinya serangan stroke yang fatal. ”Kenali gejala stroke, faktor resiko terjadinya stroke dan penanganan sedini mungkin saat terjadi serangan stroke,” terang dr.Suwito.

“Gejala serangan stroke, dikenal dengan istilah  FAST (Face Drooping, Arm Weakness, Speech Difficulty, dan Time) yaitu :

  • Face (wajah)

Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Perhatikan apakah wajahnya tampak tidak simetris (sudut bibir tertarik ke satu sisi). Tanyakan juga apakah ia mengalami gangguan saat menelan.

  • Arms (lengan)

Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan dan menahannya untuk beberapa detik. Apakah ia hanya dapat mengangkat satu lengan saja? Bila  dapat mengangkat kedua lengannya, apakah salah satu lengan terlihat lebih rendah?

  • Speech (bicara)

Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengulang beberapa kalimat. Apakah  mampu berbicara jelas atau terdengar pelo / cadel? Akan lebih jelas bila kalimat yang diucapkan mengandung banyak konsonan huruf R seperti, ular melingkar-lingkar di atas pagar.

  • Time (waktu)

Time is brain, setiap detik sangat berharga.

Gejala lain yang harus diwaspadai stroke antara lain : sakit kepala parah yang terjadi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Mungkin dapat terjadi mati rasa mendadak, kaki tangan pada satu sisi terasa lemah, tiba-tiba sulit berjalan, sulit konsentrasi, sulit untuk melihat satu titik dengan kedua mata.

Bila anggota keluarga Anda mengalami gejala seperti yang tersebut di atas, segera bawa ke rumah sakit terdekat dalam tiga jam pertama, sehingga kemungkinan terjadinya cacat bisa diperkecil,’’ jelas beliau. Tiga jam pertama setelah serangan, merupakan “periode emas” yang tidak boleh disia-siakan.

Menurut dr. Suwito, ada dua jenis penggolongan stroke yaitu stroke iskemik (terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah di otak) atau stroke hemorrhagic (terjadi karena adanya perdarahan di otak / batang otak).

Beliau menjelaskan bahwa pada kasus stroke iskemik yang terjadi kurang dari 3 jam, pasien dapat diberikan suntikan untuk “memecahkan” gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak. “Biasanya, gumpalan tersebut langsung larut dan kondisi pasien akan membaik,’’ jelas beliau. Metode ini masih dapat dilakukan sampai 4,5 jam setelah serangan stroke.

Baca juga : MAU PASANG BEHEL, CEK KESEHATAN GIGI DAHULU

Bila telah melewati “periode emas”, penanganan pasien stroke dapat dilakukan dengan metode “ekstraksi mekanik” dengan menggunakan kateter yang dimasukkan lewat pembuluh darah  di sela paha pada sisi tubuh yang mengalami serangan, yang bertujuan untuk menarik gumpalan yang tampak menyumbat pembuluh darah Monitoring kondisi pasien dilakukan intensif selama 48 jam setelah selesai tindakan, untuk menghindari kemungkinan kondisi pasien memburuk.

Kenali gejala serangan stroke dan jangan lewati “periode emas” penanganan stroke.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *