MAU PASANG BEHEL, CEK KESEHATAN GIGI DAHULU

Parahitanews.com – Susunan gigi mempengaruhi hampir 80% penampilan wajah seseorang. Menurut Orthodontist, drg. Kerry Anogia Manoppo, Sp.Ort, seseorang dengan gigi yang terawat baik, tetap akan terlihat muda, meski sudah berumur lanjut. Sebaliknya, mereka yang masih muda, namun memiliki problem gigi, bisa terlihat tua.

“Sudah banyak sekali kasusnya. Pasien saya banyak yang usianya di atas 60 tahun namun karena menjalani perawatan gigi dengan baik, terlihat seperti usia 30 tahunan,” beber beliau. Drg. Kerry menyakini, seiring dengan perkembangan zaman, terbukanya dunia media sosial serta kegemaran orang melakukan selfie dan wefie, membuat banyak orang tak hanya sadar terhadap kesehatan giginya, tapi juga estetikanya.

”Salah satunya adalah dengan memakai behel. Tak heran jika jumlah orang yang memakai behel kian banyak,” lanjutnya. Hampir tiap hari, drg.Kerry melakukan pemasangan behel pada pasiennya. ”Sekitar 80% pasien berusia antara 18-25 tahun. Pasien termuda yang dia tangani berusia 10 tahun dan tertua berusia 65 tahun,” imbuhnya.

Namun, kata drg. Kerry, dia tidak pernah langsung memenuhi keinginan pasien untuk memasang behel. Ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pemasangan behel. Pertama, kondisi pasien harus sehat. Terutama, kesehatan gigi dan mulutnya. ”Jika ada masalah seperti gigi berlubang, karang gigi, sisa akar, maupun gangguan fungsional lainnya, harus dituntaskan dulu,” papar beliau.

Untuk kasus-kasus tertentu, Drg.Kerry tidak segan merujuk pasien untuk mendapatkan perawatan dari ahli yang kompeten di bidang tersebut.

Drg.Kerry menjelaskan bahwa problem gigi adalah masalah serius, sebab banyak saraf gigi yang berhubungan dengan saraf organ tubuh lainnya. Karena itu, jika ada masalah terhadap gigi, harus dituntaskan dahulu sebelum dipasang behel. ”Hal ini bertujuan untuk meminimalkan resiko dari tindakan pemasangan bahel. Keselamatan dan kenyamanan pasien merupakan prioritas utama,” imbuh beliau.

Kerapkali, kata dokter kelahiran 1979 itu, dia mendapat limpahan pasien dengan gigi bermasalah karena pemasangan behel yang gagal. Atau pasien merasa tidak puas meski sudah dipasangi behel. Sebab banyak dokter gigi yang tidak memiliki keahlian di bidang ortodontis melakukan tindakan tersebut. ”Parahnya, tukang gigi pun banyak yang memasang behel. Padahal, ini jelas jelas bukan keahlian mereka,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Trisakti ini.

Ukuran behel harus disesuaikan dengan gigi pasien. Para tukang gigi kerap membeli behel kiloan yang higienitasnya belum terjamin. Drg. Kerry menjelaskan, dapat terjadi berbagai komplikasi apabila pemasangan behel tidak dilakukan oleh ahlinya, salah satunya, gigi bisa tanggal, ungkap dokter yang menempuh pendidikan spesialis Othodontist di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair) itu.

Baca juga : MOM AND DAD, PERSIAPKAN HAL BERIKUT SEBELUM PROGRAM BAYI TABUNG

Bila pasien memiliki masalah karang gigi, maka harus dibersihkan terlebih dahulu. Jika tidak, gigi bisa membusuk, terjadi infeksi dan menimbulkan serangkaian masalah di rongga mulut. Demikian juga bila ada gigi yang goyang, harus ditangani terlebih dahulu. Jika langsung dipasang bahel, gigi akan mudah copot.

Drg. Kerry membagikan beberapa tips sebelum seseorang memutuskan untuk memasang behel. Carilah informasi dan pengetahuan sebanyak mungkin tentang pemasangan behel, termasuk dokter yang ahli untuk melakukan prosedur tersebut. Jika sudah ketemu ahlinya, istirahat yang cukup serta makan dahulu sebelum pemasangan behel. “Karena beberapa jam setelah pemasangan behel, pasien belum boleh makan.” ujar dokter yang hobi nge-gym, bermain golf, dan traveling itu. (An/Ds)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *