MOM AND DAD, PERSIAPKAN HAL BERIKUT SEBELUM PROGRAM BAYI TABUNG

Parahitanews.com – Kehadiran buah hati dalam keluarga merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Namun ada kalanya, salah satu atau mungkin kedua belah pihak, mengalami gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kesuburan. Keadaan ini secara medis disebut infertilitas (gangguan kesuburan).

Gangguan kesuburan ini ada yang bersifat primer, yaitu bila pasangan suami istri belum dikaruniai anak lebih dari satu tahun menikah. Selain itu, gangguan kesuburan ini ada pula yang bersifat sekunder, yaitu kesulitan untuk mendapatkan anak berikutnya.

Dengan kemajuan teknologi di bidang kesehatan, program bayi tabung menjadi salah satu alternatif bagi pasangan yang belum dikaruniai buah hati, untuk mendapatkan keturunan. Menurut dr.Didi Dewanto .Sp.OG, seorang ahli kandungan ternama di Surabaya, sebelum memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, pasangan suami istri harus melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan, untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Bagi suami, penting melakukan pemeriksaan analisa sperma, untuk mengetahui kualitas sperma yang diproduksi, yang meliputi : penghitungan jumlah, bentuk dan kualitas pergerakan sel sperma.

Pemeriksaan yang harus dilakukan pihak perempuan, lebih beragam, meliputi pemeriksaan darah dan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG). ” Pemeriksaan HSG bertujuan untuk mengetahui kondisi saluran reproduksi wanita” terang beliau. Dengan pemeriksaan ini, dapat diketahui bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim, sehingga dapat terdeteksi adanya tumor jinak di dalam rahim, perlengketan dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat (septum) pada rahim.

Selain melakukan pemeriksaan HSG, untuk mengetahui penyebab gangguan kesuburan, perlu pemeriksaan kadar hormon tertentu di dalam darah. Dokter 48 tahun itu menyebut, ada beberapa pemeriksaan hormon yang wajib dilakukan, yakni Anti Mullerian Hormone (AMH) , Prolaktin, Luteinizing hormone (LH), estradiol, hormon tiroid dan insulin. “Pemeriksaan hormon tiroid dan insulin bertujuan untuk mengetahui apakah calon ibu mengalami gangguan pada kelenjar tiroid atau menderita diabetes mellitus, yang dapat mempengaruhi kesuburannya ” lanjut beliau.
Salah satu hormon yang berperan penting terhadap kesuburan yaitu AMH (Anti Mullerian Hormone). Dengan pemeriksaan hormon ini, dapat diketahui tingkat kesuburan calon ibu, dengan mengetahui cadangan sel telur calon ibu. Selain itu, juga dapat memprediksi usia menopause wanita tersebut, dan dapat mengetahui dugaan adanya gangguan Polycystic ovarian syndrome (PCOS), terang dr.Didi.

Selama perawatan kesuburan, pasien akan diberikan obat hormonal untuk merangsang produksi sel telur “Jika kadar AMH dalam darah rendah, peluang keberhasilan program bayi tabung relatif lebih rendah, karena cadangan sel telurnya sangat minim,” ujar beliau. Namun, kadar AMH yang terlalu tinggi juga dapat membahayakan.

Baca juga : GUYS, BERIKUT TIPS MENJAGA VERTILITAS

Menurut dr.Didi, bila kadar AMH terlalu tinggi, dokter harus mewaspadai terjadinya sindrom hiperstimulasi ovarium (indung telur). Ini merupakan kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium bereaksi berlebihan terhadap obat hormonal yang diberikan dan menghasilkan terlalu banyak kantung telur (folikel). Gejala akan muncul sekitar 10 hari setelah mendapat suntikan hormon, ketika pembuluh darah ovarium (indung telur) bereaksi abnormal terhadap obat yang disuntikkan, akan terjadi penumpukan cairan di ovarium. Dalam kasus yang parah, penumpukan cairan juga dapat terjadi pada rongga perut dan rongga dada. ” Dalam kondisi tersebut, pasien bisa meninggal dunia, ” tambahnya. Di luar negeri, kejadian ini masih sering terjadi. Dengan angka kejadian sekitar 3-5%.

Selain itu, kedua pasangan juga harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah menderita Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV sebagai upaya mendeteksi dini penyakit tersebut,, tutup beliau. Pasangan yang sehat akan menghasilkan keturunan yang sehat. Segera lakukan pemeriksaan di laboratorium yang terpercaya. (An/Ds)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *