GUYS, BERIKUT TIPS MENJAGA VERTILITAS

Parahitanews.com – Rokok sering kali dilambangkan sebagai bagian dari maskulinitas. Namun ternyata rokok malah menjadi ancaman bagi kesehatan laki-laki. Terutama berkaitan dengan kesuburan pria. “Merokok dapat mengganggu kesuburan laki-laki” kata dr.Peter G. Tandean, M.Kes, Sp.And.

Rokok menyebabkan munculnya sejumlah radikal bebas dalam tubuh, yang dapat merusak sperma. Kualitas sperma yang buruk inilah yang menjadi penyebab pasangan suami istri belum mempunyai keturunan meski telah rutin berhubungan badan. “Gangguan kesuburan pria akibat kebiasaan merokok dapat diobati dengan catatan pasien harus berhenti merokok!” tambahnya.

Selain merokok, faktor lain yang berpengaruh buruk bagi kesuburan pria adalah minuman keras. “Minuman keras, jika dikonsumsi secara rutin, apalagi dalam jumlah besar, bisa mengganggu kesuburan pria” jelas dr.Peter. Alkohol dapat menurunkan kualitas sperma, baik dari segi jumlah maupun bentuk sel sperma, sehingga memperkecil kemungkinan memiliki anak.

“Selain itu, pemakaian obat-obatan juga berpengaruh terhadap kesuburan laki-laki” tambahnya, “Misalnya pengobatan kanker, obat anti hipertensi dan steroid. Obat-obatan tersebut mampu mempengaruhi kualitas sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi,” terangnya.

Kesuburan pria yang terganggu karena pemakaian obat-obatan ini dapat disembuhkan dengan menghentikan pemakaian obat-obatan tersebut. Pengaruh obat-obatan dalam tubuh dapat hilang dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan.

Akan tetapi, penghentian obat-obatan ini harus sesuai dengan anjuran dokter. Jika pemberian obat-obatan diputus di tengah jalan, bisa menimbulkan  masalah baru bagi kesehatan. “Pengobatan infeksi menular seksual yang tidak tuntas memiliki pengaruh buruk terhadap kesuburan pria, bahkan bisa membahayakan” tegas dr.Peter. “Bakteri/Virus penyebab infeksi menular seksual akan bertambah kebal. Ini yang membuat proses penyembuhan akan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama,” imbuhnya.

Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kesuburan pria adalah gaya berpakaian. “Celana ketat saat ini menjadi tren. Banyak laki-laki mengikuti tren mode ini. Namun mereka tidak sadar bahwa pemakaian celana ketat juga dapat mengganggu kesuburan laki-laki” kata dr.Peter.

Dia menjelaskan bahwa testis sebagai tempat produksi sperma membutuhkan suhu sedikit lebih rendah daripada  bagian tubuh lainnya. Pemakaian celana ketat, baik dari bahan jeans atau kain, dalam waktu yang lama, akan menekan testis dan membuat suhu di dalam testis menjadi lebih tinggi. Hal ini membuat kerja testis terganggu dan sperma yang dihasilkan menjadi kurang baik.

Baca juga : KENALI KEJANG DEMAM, TENANG SAAT BERTINDAK

“Beberapa pekerjaan tertentu juga berpengaruh terhadap kesuburan laki-laki, salah satunya adalah sopir truk jarak jauh” jelas dr.Peter.  Duduk dalam jangka waktu lama akan menekan testis, menghambat sirkulasi udara di daerah paha serta meningkatkan suhu skrotum/kantung testis. Ditambah panas mesin yang terletak di bawah bangku pengemudi bisa membuat suhu skrotum/kantung testis semakin panas, testis terganggu, dan mempengaruhi kualitas sperma yang diproduksi.

Selain sopir truk jarak jauh, pekerjaan lain yang beresiko tinggi mengganggu kesuburan pria menurut dr.Peter adalah juru masak/koki. Pekerjaan ini mengharuskan laki-laki berdiri lama di depan kompor yang menyala. Panas kompor ini bisa meningkatkan suhu skrotum/kantung testis.

Dr.Peter juga memberikan beberapa tips untuk menjaga dan meningkatkan kesuburan pria. “Kesuburan pria dapat dijaga dengan cara menjalani pola hidup sehat, olahraga ringan yang teratur, menjaga kantung testis dengan tidak memakai celana ketat dan menjauhkannya dari panas” jelas dokter senior ini. (An/Ds)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *