LADIES, YUK LAKUKAN SADARI SEBULAN SEKALI

Parahitanews.com – Bagi kaum wanita, penyakit kanker payudara adalah momok yang sangat ditakuti. Sayangnya, kebanyakan kasus kanker payudara baru diketahui pada stadium lanjut. Padahal upaya deteksi dini adanya kelainan pada payudara, termasuk tumor dan kanker, sangat sederhana. Yakni pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Menurut dr Jetty P. Snae, SADARI wajib dilakukan oleh setiap perempuan setiap bulannya. ”Lebih baik dilakukan pada hari ke-11 setelah hari pertama menstruasi,” terangnya. Pada saat itu, payudara dalam kondisi paling lunak. ”Ketika ada benjolan akan terlihat atau teraba,” lanjutnya.

Untuk persiapan melakukan SADARI, lepaskan seluruh pakaian di atas pinggang. Kemudian berdiri di depan cermin dengan penerangan yang cukup baik. Posisi kedua lengan tergantung lepas. Lihat posisi payudara dari depan, samping kanan dan kiri. ”Jangan bingung kalau ukuran payudara kanan dan kiri tidak sama. Hal tersebut bisa saja terjadi, terkait kebiasaan menyusui atau menggendong,” terang dokter yang berpraktek di Yayasan kanker Wisnuwardhana ini.

Setelah itu, amati kulit payudara. Kulit payudara yang menebal, mengkilap, dan muara ke saluran keringat yang melebar sehingga menyerupai kulit jeruk, mencurigakan adanya kanker di bawah kulit. ”Dilihat pula pembuluh darahnya. Bila nampak kebiruan biasanya menunjukkan adanya kanker yang sudah agak besar,” paparnya.

Berikutnya, perhatikan kondisi puting susu. Kalau ditemukan puting lecet, berair, dan disertai rasa gatal, kata dr.Jetty, kecurigaan adanya kanker di area tersebut. Begitu juga bila puting susu tertarik ke dalam. Keadaan ini merupakan pertanda adanya kanker. ”Sebaiknya segera periksa ke Dokter untuk memastikan kondisi tersebut,” lanjutnya.

Ulangi semua pengamatan di atas dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan dengan kedua tangan di pinggang, dada dibusungkan, kedua siku ditarik ke belakang. Semua pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui adanya tumor yang terletak dekat dengan kulit.

Langkah selanjutnya, kata Jetty, adalah pemijatan. Dengan kedua belah tangan, secara lembut pijat payudara dari tepi hingga ke puting. Ini untuk mengetahui ada-tidaknya cairan yang keluar dari puting susu. ”Pengecualian kalau sedang menyusui ya,” ucapnya. ”Jika yang keluar cairan darah atau bewarna jernih kekuningan, bisa menjadi pertanda adanya kanker,” imbuhnya.

Baca juga : SERING SAKIT PINGGANG, LAKUKAN HAL INI

Berikutnya adalah meraba payudara. Ini dilakukan dalam kondisi berbaring di atas tempat tidur. Untuk memeriksa payudara kiri, letakkan sebuah bantal tipis di bawah bahu kiri, sedang lengan kiri direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala. Gunakan tiga jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar (seperti membuat lingkaran kecil-kecil), mulai dari puting susu hingga ke tepi payudara. Kemudian geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari puting susu sampai tepi payudara. ”Lakukan terus secara berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan gerakan, Anda boleh menggunakan lotion atau sabun sebagai pelicin,” terang Jetty.

Setelah selesai dengan payudara kiri, pindahkan posisi bantal dan lengan. Lakukan pemeriksaan pada payudara kanan dengan menggunakan tangan kiri.

Yang terakhir adalah meraba ketiak. Ini dilakukan untuk mengetahui adanya benjolan kelenjar getah bening yang diduga penyebaran sel kanker payudara. Pemeriksaan dilakukan dengan kedua lengan tergantung bebas dan serileks mungkin. Caranya sama seperti pemeriksaan payudara.

Lakukan pemeriksaan SADARI pada tanggal yang sama setiap bulan. Dengan rutin melakukan SADARI, kanker payudara stadium awal dapat segera diketahui dan segera mendapat pengobatan yang tepat. (An/Ds)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *