KERJA DI BELAKANG MEJA, RENTAN NYERI PINGGANG

Parahitanews.com – Apa keluhan yang pernah diderita hampir semua orang ? Nyeri pinggang, jawabnya. Sekitar 60-80% populasi, pasti pernah mengalami nyeri pinggang atau low back pain (LBP). Dr. Sutis Nasia, SpS menyebutkan sebanyak 80%  penderita LBP berusia antara 30-50 tahun.  Keluhan yang dialami dapat bervariasi, mulai dari intensitas ringan (rasa nyeri di sekitar tulang lumbal/pinggang) sampai berat (nyeri hingga panggul, paha, dan tungkai bawah).

”Sebagian besar orang menderita nyeri pinggang karena alasan mekanis. Seperti gaya hidup monoton, duduk dalam waktu lama tanpa disertai olahraga,” terang spesialis saraf ini.  Orang yang mengangkat barang berat dengan posisi yang salah juga kerap mengeluh nyeri pinggang.

Pembagian kelompok pasien dengan keluhan nyeri pinggang, berdasarkan lamanya mengalami nyeri, yaitu :

  1. Pasien dengan nyeri pinggang akut, yaitu : nyeri yang dialami < 4 minggu.
  2. Pasien dengan nyeri pinggang subakut, yaitu : nyeri pinggang dialami selama 4-12 minggu.
  3. Pasien dengan nyeri pinggang kronis, yaitu : nyeri pinggang dialami >12 minggu. Kelompok inilah yang patut diwaspadai.

Penyebab Low Back Pain

Ada dua faktor pencetus Low Back Pain yaitu : kelainan struktur anatomi pinggang dan kelainan non struktur anatomi lumbal. Dokter Sutis menyebutkan LBP yang disebabkan karena kelainan anatomi, salah satunya disebabkan karena otot dan tendon yang cedera.  ”Bisa akibat terpeleset, salah duduk, salah angkat beban atau mengangkat terlalu banyak beban,” katanya.

Penyebab lainnya adalah kelainan pada sendi tulang belakang (facet joint). Hal tersebut disebabkan karena postur tubuh yang buruk, Misal mengalami skoliosis. Atau pergeseran salah satu ruas tulang belakang (spondilolistesis) karena kecelakaan / tabrakan.  ”Penderita juga bisa mengalami LBP karena semakin menipisnya bantalan sendi atau discus intervertebralis. Lama kelamaan bantalan sendi ini mengering atau pecah. Ini yang mengakibatkan nyeri hebat hingga ke kaki,” paparnya.

Baca juga : TES TORCH DAHULU SEBELUM PROGRAM HAMIL

Faktor  lain yang dapat menyebabkan LBP adalah tulang belakang yang retak atau hancur akibat kecelakaan, sering jatuh terduduk sehingga tulang menjadi pipih, atau penyebaran infeksi / tumor ke tulang belakang.

Faktor penyebab LBP yang non struktur anatomi, menurut dr Sutis, adalah menderita batu ginjal, kista pada indung telur, endometriosis, sakit usus buntu, maupun ambein.

Pemeriksaan untuk Diagnosa Low Back Pain

Untuk mendiagnosa LBP, butuh serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang. Pemeriksaan fisik dimulai dari pemeriksaan otot, sendi, saraf , kekuatan motorik, rasa sensorik. ”Sambil melakukan pemeriksaan fisik, dokter bisa menanyakan aktivitas sehari-hari pasien,” kata dokter Sutis. Bila diperlukan, dilakukan pemeriksaan penunjang. yakni foto rontgen pinggang, CT Scan, MRI untuk mengetahui struktur tulang, otot, ligamen, dan saraf.  Bisa juga ditambah pemeriksaan bone densitometer untuk mengetahui kepadatan tulang. Pemeriksaan penunjang lain yaitu USG Musculoskeletal dan elektrodiagnostik EMG, untuk mengetahui aktivasi otot dan saraf melalui aliran listrik elektroda.  ”Tentunya pemeriksaan darah lengkap juga penting,” imbuhnya.  (An/Ds)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *