PANEL PENYAKIT JANTUNG

Ulasan Kesehatan oleh: Prof. Dr. Boediwarsono, Clinical Consultant Parahita Diagnostic Center.

Parahitanews.com – Penyakit Jantung Koroner atau PJK terjadi apabila ada penyumbatan pada pembuluh darah jantung, sehingga otot jantung mengalami “Ischemia” (kekurangan pasokan oksigen), bila berlanjut dapat menjadi “Infark” (kerusakan otot jantung yang menetap akibat tidak mendapat pasokan oksigen). Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri di dada.

Penyakit Jantung Koroner (PJK), bisa terjadi pada orang yang mempunyai faktor resiko yaitu Diabetes Mellitus (DM), Hiperkolesterolemia, Hipertensi, Obesitas, Jarang Olah Raga, Merokok, Stress berat dan usia lanjut.

Apabila pasien , dengan faktor resiko mengalami nyeri dada (“Chest Pain”),  perlu dicurigai suatu gejala Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Untuk mendiagnosis Penyakit Jantung Koroner (PJK) terkadang sulit, karena PJK sering tanpa keluhan. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan, Panel Penyakit Jantung Koroner Parahita untuk mengetahui faktor resiko yang dimiliki, sehingga dapat mencegah terjadi serangan jantung yang dapat berakibat fatal.

Terdapat beberapa variasi PJK, mulai dari tanpa keluhan atau Angina Pektoris yaitu nyeri dada yang timbul , bila dipicu , oleh faktor 5E yaitu “Eating” (Makanan Tinggi Lemak), “Exposure to cold” (Paparan Suhu Dingin), “Exercise” (Olahraga/Aktivitas Fisik Berat), “Emotional” (Emosi), “Early morning” (Sering terjadi serangan pada dini hari).

Nyeri pada Angina Pektoris, berlangsung singkat (kurang dari setengah jam), nyeri hilang dengan atau tanpa pemberian obat. Variasi lain PJK adalah “Unstable Angina”, dengan gejala menyerupai Angina Pektoris tetapi gradasi (derajat penyakit) lebih berat dan berlangsung lebih lama dari Angina pektoris.

Bentuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang paling berat, bahaya dan sering fatal, adalah Infark Miokard Akut (IMA) dengan keluhan nyeri dada, dada terasa terbakar dan berat seperti tertindih, nyeri di daerah ulu hati dan dapat menjalar ke belakang, ke lengan kiri, dagu kiri dan tangan kiri.

Diagnosis IMA ditegakkan dari gejala klinis nyeri dada (Chest Pain), didukung hasil rekam jantung (EKG) yang menunjukkan peningkatan (elevasi) segmen ST. Dari pemeriksaan laboratorium, dijumpai peningkatan kadar enzim jantung yaitu Troponin dan CKMB.

Penanganan pasien IMA harus segera dirawat di ICCU, untuk mendapatkan pengobatan intensif.

Pemberian obat, untuk pasien PJK terdiri dari golongan nitrate untuk melebarkan pembuluh darah, pemasangan stent, dan pilihan terakhir adalah operasi bypass (CABG) bila lebih dari 3 pembuluh darah jantung yang tersumbat.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan PJK dilakukan,  dengan pengaturan pola makan dengan mengkonsumsi makanan sehat (rendah lemak, gizi seiman), olahraga rutin (minimal 3 kali/minggu, durasi minimal 1/2 jam), peace in mind (melakukan aktivitas yang disenangi), berdoa, dan yang paling penting adalah melakukan pemeriksaan Panel Penyakit Jantung Koroner Parahita. Di cabang Parahita Diagnostic Center terdekat di kota Anda.

*** Prof BW/DS/AP

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *