PANEL HEPATITIS C

hep-c-slide1

Ulasan Kesehatan oleh: Prof. Dr. Boediwarsono, Clinical Consultant Parahita Diagnostic Center.

Parahitanews.com – Pasien hepatitis C sering datang tanpa keluhan atau dengan kondisi yang sudah lanjut (pengerasan / sirosis hati atau kanker hati). Pasien baru mengetahui kalau terinfeksi hepatitis C, pada saat melakukan medical check up atau donor darah, yang menunjukkan hasil Anti HCV positif.

Bila hasil pemeriksaan anti HCV positif, belum tentu ia mengidap penyakit hepatitis C, bisa jadi ia hanya terpapar. Untuk memastikannya, perlu diperiksa HCV-RNA (adanya virus Hepatitis C dan jumlahnya di dalam darah). Apabila hasilnya negatif, pasien tidak memerlukan pengobatan, tetapi perlu diperiksa secara berkala setiap 3-6 bulan.

Bila hasil HCV-RNA positif, pasien diberi pengobatan Interferon dan Ribavirin. Sebelum memulai pengobatan, dokter akan meminta pemeriksaan HCV Genotyping (untuk mengetahui genotype virus Hepatitis C). Ada enam genotype virus Hepatitis C, yaitu genotype 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Di Indonesia, virus Hepatitis C yang banyak dijumpai adalah  genotype 1, 2, 3 dan 4. Pemeriksaan HCV Genotyping penting untuk menentukan lama pemberian pengobatan. Pada infeksi virus Hepatitis C genotype 1 dan 4, pengobatan diberikan selama 48 minggu. Infeksi virus Hepatitis C genotipe 2 dan 3, pengobatan diberikan selama 24 minggu. Pasien dapat dikatakan sembuh, apabila kondisi fisik baik, fungsi liver normal dan HCV-RNA tidak terdeteksi.

Liver_Cirrhosis

Selama dan sesudah pengobatan, pasien harus tetap waspada, terhadap kemungkinan terjadinya penyulit lanjutan yaitu pengerasan / sirosis hati atau kanker hati. Dokter akan memonitor perjalanan penyakit Hepatitis C dengan pemeriksaan Serum Protein Elektroforesis, HCV-RNA dan AFP (penanda terjadinya kanker hati).

Penularan virus hepatitis C umumnya terjadi melalui kontak darah (menerima transfusi darah atau berbagi jarum suntik dengan orang yang mengidap Hepatitis C). Dapat juga terjadi penularan melalui hubungan seksual. Virus ini tidak menular lewat makanan, oleh karenanya pasien hepatitis C tidak perlu diisolir.

Lakukan pemeriksaan kesehatan Anda secara berkala. Segera datang ke cabang Parahita Diagnostic Center terdekat untuk melakukan pemeriksaan Panel Hepatitis C Parahita. Anda dapat segera mengetahui apakah Anda menderita Hepatitis C, dan tidak perlu takut karena dapat segera diobati.

***Prof BW / DS/ AP


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *